Langsung ke konten utama

Presiden Jokowi: Kita Lebih Banyak Ngomong Ketimbang Bekerja Akhir-Akhir Ini

Foto : Biro Pers Setpres
Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Selasa (23/5) pagi menghadiri acara penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK atas LKPP Tahun 2016, di Istana Bogor, Jawa Barat.

Pada kesempatan tersebut Presiden Jokowi menyampaikan rasa syukurnya, karena setelah 12 tahun untuk pertama kalinya Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Selain itu, 84% laporan keuangan dari Kementerian dan Lembaga (K/L) juga memperoleh opini WTP.

“Ini adalah sebuah kerja keras kita selama ini, oleh Kementerian/lembaga dalam penggunaan uang rakyat, penggunaan APBN,” kata Presiden Jokowi dikutip dari laman Setkab.

Menurut Kepala Negara masih ada K/L yang mendapatkan opini WDP dan disclaimer (Tidak Memberikan Pendapat). Untuk itu, Ia meminta agar segera dibentuk gugus tugas atau task force, terutama yang disclaimer, agar bisa meloncat langsung ke WTP.
Foto : Biro Pers Setpres
Dilansir dari laman resmi Setkab, Presiden Jokowi mengajak semua elemen bangsa untuk kembali fokus pada tujuan utama kita berbangsa dan bernegara. Ia mengingatkan, bahwa membentuk negara Republik Indonesia ini bukan untuk berseteru, bukan untuk bertikai. Tapi tujuan utama kita jelas, bahwa kita ingin menciptakan kesejahteraan umum.

Kepala Negara juga menegaskan agar semua kembali fokus untuk bekerja. Presiden menyebutkan, sudah 6-8 bulan ini tabungan energi kita habis untuk hal yang tidak berguna sama sekali kita.

“Kita lebih banyak ngomong ketimbang bekerja di akhir-akhir ini, banyak berdebat ketimbang bekerja, banyak saling menghujat ketimbang bekerja, banyak demo-demo yang tidak bermanfaat ketimbang bekerja, banyak saling menjelekkan ketimbang bekerja, banyak saling menyalahkan ketimbang bekerja,” ucap Presiden Jokowi.

Komentar